iOS 11 dan Android Akhirnya Mendukung Opus Audio Codec, Penerus MP3



Sudah 24 tahun berlalu sejak pertama kali MP3 dirilis, dan meskipun banyak upaya oleh berbagai grup media selama bertahun-tahun untuk menggantikan posisi MP3 (dengan format seperti Vorbis, AAC, WMA, dan lainnya), belum ada yang berhasil, tapi sekarang mungkin akan berubah. Berbeda dengan codec video, pengguna tidak lagi langsung mencari kodek audio bebas royalti untuk menggantikan codec yang paling populer (MP3), karena pada awal tahun ini MP3 sendiri secara resmi menjadi bebas royalti dengan berakhirnya hak paten. Bebas royalti bukan berarti pengembangan codec audio juga berakhir. Pengguna masih bisa mendapatkan keuntungan dari perbaikan codec lebih lanjut, terutama untuk perbaikan pada latency dan bandwidth rendah, dan oleh karena itulah hadir Opus.

Opus adalah codec video gratis yang dibuat oleh Xiph.Org Foundation berdasarkan codec audio CELT dan SILK dengan bantuan dari Broadcom (perusahaan semikonduktor yang membantu Xiph.Org mengembangkan CELT) dan Microsoft (SILK dikembangkan oleh anak perusahaan mereka, Skype). Opus memberikan peningkatan latensi dan efisiensi yang substansial di seluruh rangkaian bitrate, terutama pada skenario bitrate rendah yang merupakan kekurangan MP3 saat ini. Opus mampu memberikan audio berkualitas tinggi pada bitrate serendah 32 kbps untuk musik dan 14 kbps untuk speech, yang merupakan kemajuan besar dari segi latency dan bitrate rendah seperti audio real-time melalui koneksi seluler.

Opus terkenal dengan bitrate rendah, tapi kinerja fantastis juga didapat dengana bitrate yang lebih tinggi. Opus mencapai titik di mana bitrate  yang meningkat tidak lagi menghasilkan perbaikan kualitas audio sekitar 192 kbps, jauh lebih rendah daripada ~256 kbps yang dibutuhkan MP3 untuk mencapai efek yang sama, dan Opus terus mengungguli MP3 di seluruh rentang bitrate. Hal ini tentu saja bukan pengganti format yang memberikan kompresi lossless seperti FLAC dan FOSS (yang juga bebas royalti seperti Opus dan MP3), tapi bagus untuk pemakaian sehari-hari untuk mendengarkan musik.



Opus benar-benar merupakan pengembangan yang fantastis, dan jelas merupakan salah satu codec audio terbaik yang dibuat sampai saat ini apalagi dengan dukungan bebas royalti. Jadi kenapa tidak semua orang menggunakan Opus? Salah satu masalah terbesar untuk codec baru yang mencoba mendapatkan adopsi luas adalah dukungan perangkat. Sebuah codec dapat didukung oleh setiap layanan streaming dan toko musik di luar sana, namun jika perangkat yang digunakan banyak orang tidak mendukungnya, maka itu semua mubazir. Xiph.Org Foundation mengalami masalah dengan dukungan perangkat saat mengembangkan Vorbis, format pesaing MP3 sebelum Opus. Vorbis (kadang-kadang disebut sebagai Ogg Vorbis dengan ekstensi file .ogg) bebas royalti dan memiliki keunggulan dibanding MP3 dalam banyak hal, namun tidak pernah mencapai tingkat dukungan perangkat yang luas agar dapat digunakan oleh banyak pengguna.. Sebagai gantinya, Vorbis hanya diadopsi untuk penggunaan khusus oleh beberapa layanan streaming seperti Spotify, Netflix, dan Youtube.

Untungnya Opus mendapat dukungan pada semua sistem operasi utama. Dengan diluncurkannya macOS 10.13 High Sierra dan iOS 11 serta Android O, Opus secara resmi akan didukung oleh setiap sistem operasi utama, dan setiap browser web utama (dengan asumsi Apple tidak menghapus dukungan yang ada saat ini dalam versi beta mereka). Dukungan tersebut diakui masih lebih baik pada beberapa platform daripada yang lainnya danmerupakan tonggak penting dalam adopsi Opus.



Opus mulai banyak didukung dan mimpinya menjadi format yang lebih luas digunakan mulai menjadi kenyataan. Nantinya mungkin akan banyak layanan streaming beralih ke Opus, terutama karena banyak dari mereka akan mengolah ulang format untuk mendapatkan dukungan AV1 juga, yang biasanya akan dipasangkan oleh Opus di kontainer WebM untuk video.

Dengan adopsi Opus yang luas, kinerja yang ada, dan perkembangan lanjutan, kita dapat yakin bahwa audio di internet dan perangkat kita akan terus memiliki masa depan bebas royalti. Menggunakan internet dengan komponen bebas royalti dan open source sangat penting untuk perkembangan internet yang sehat, karena ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan interoperabilitas untuk semua orang dan segala hal di internet.

puticiro
puticiro

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment